Belajar dari Monkey D Luffy yang Menolak Jadi Pahlawan

Bagi Luffy, yang penting hanya kebebasan. Nilai kebebasan itulah yang Luffy sebut hakikat menjadi Raja Bajak Laut.

BINGUNGBACA.COM – Bagi Kapten Bajak Laut Topi Jerami, Monkey D Luffy, pahlawan itu membagikan makanan enak kepada orang lain. Padahal ia mau makanannya dimakan sendirian. Maka pada suatu waktu, Luffy dengan tegas menolak penyematan titel pahlawan pada dirinya.

Di salah satu chapter anime One Piece, Luffy berdebat dan hampir adu jotos dengan putra pertama lautan sekaligus ksatria laut, Jinbei. Waktu itu Topi Jerami menang melawan Hody Jones dan kru bajak laut Manusia Ikan Baru. Perang melawan Hody bertujuan menyelamatkan Kerajan Ryugu (Manusia Ikan), tempat Hody sendiri tinggal sejak kecil. Karena berhasil menang, Jinbei ingin membawa Luffy ke kerajaan sebab ia secara tidak langsung telah menjadi pahlawan bagi Kerajaan Ryugu. Namun, sayangnya Luffy menolak dengan sangat tegas. Luffy tidak mau menjadi pahlawan.

Luffy juga pernah menolak jadi pemimpin dari banyak armada bajak laut, yang jumlah anggota mencapai 5600 orang. Peristiwa itu terjadi setelah Topi Jerami berhasil mengalahkan kelompoknya Donquixote Doflamingo alias Dofy, yang menjajah Kerajaan Dressrosa.

Bagi Luffy, memimpin ratusan bajak laut hanya bakal menjadikan kelompok mereka sesak. Luffy juga tidak peduli dengan sistem atasan dan bawahan. Baginya, yang penting hanya kebebasan. Nilai kebebasan itulah yang Luffy sebut hakikat menjadi Raja Bajak Laut.

Kebebasan yang diyakini Luffy melahirkan tanggung jawab dan persaudaraan. Akibatnya, Luffy akan selalu hadir bagi teman-temannya untuk menolong mereka di mana pun dan kapan pun dibutuhkan. Tidak peduli walaupun nyawa yang menjadi taruhan.

Kru Topi Jerami dan teman-teman Luffy lain yang menghormati prinsip kebebasan yang dianut Luffy, menjadikan kebebasan sebagai prinsip mereka dalam berhubungan dengan Luffy. Karenanya, setiap saat mereka wajib dan siap untuk membantu Luffy, tentu saja meskipun nyawa yang jadi taruhannya.

Dua momen di atas (ketika di Kerajaan Ryugu dan Dressrosa) menjadi menarik untuk dikaji dan diteliti. Sebatas, terlihat hanya suatu adegan dalam anime. Namun pada dasarnya terkandung makna yang dalam.

Prinsip kebebasan melahirkan tanggung jawab. Dan dengan tanggung jawab, menjadikan seseorang dengan kesadarannya menegakkan keadilan.

Tanggung jawab yang dijalankan atas dasar keterpaksaan, tidak akan mencapai tingkatan maqom ikhlas dan berpotensi melahirkan kezaliman. Oleh sebab itu, tidak heran jika ada pejabat di negeri ini yang diberi tanggung jawab, bahkan disumpah dengan kitab suci, malah menjadi koruptor, pelaku pelecehan seksual, peneror ataupun pelaku kejahatan lainnya. Ya, barangkali mereka mengambil tanggung jawab dengan tidak bebas.

Pada satu titik, wajar juga apabila prinsip kebebasan kadang kala ditolak oleh orang-orang tertentu, sebab kebebasan pasti akan melahirkan tanggung jawab dan kecerdasan. Orang-orang bodoh atau memiliki niat untuk membodohi orang lain akan selalu menentang prinsip ini.

Prinsip kebebasan tidak sama dengan tindakan yang bebas. Prinsip kebebasan adalah suatu landasan berpikir untuk mencapai hakikat tertentu. Berbeda dengan tindakan bebas, sebab tindakan bebas tidak bisa diimplementasikan karena ada kebebasan orang lain yang harus dihormati. Oleh karena itu tindakan harus dibungkus dengan hukum dalam kehidupan bersosial. Artinya, setiap tindakan seseorang tidak boleh bertentangan dengan hukum demi tercapainya keadilan sosial.

Kembali kepada kebebasan, para pahlawan bangsa Indonesia memiliki kebebasan untuk melawan segala bentuk penjajahan. Bersama dengan kebebasan itu, para pahlawan memilih untuk melawan kezaliman. Para generasi saat ini harus meneruskan semangat perlawan para pahlawan Indonesia untuk melawan segala bentuk kezaliman, tidak terkecuali pelecehan seksual, teror, perusakan lingkungan, korupsi, narkoba dan lainnya.

Terutama kaum terpelajar, harus menjadi garda terdepan.

Hari Pahlawan bukanlah suatu simbol hedonisme, namun harus menjadi pengingat bahwa negara ini masih butuh generasi yang selalu memperjuangkan kebebasan dan keadilan. Hakikat Hari Pahlawan adalah simbol perlawanan terhadap segala macam kezaliman.

Semoga setiap pahlawan di negeriku mendapatkan kedudukan yang sama di mata negara dan tempat yang indah di sisi Sang Pencipta.

Salam bagimu, sang kekasih Yang Mahakasih, dan salam bagimu wahai keluarga sang kekasih. Amin.



Oleh: Zainul Akmal

Penulis merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Riau

Bagikan Tulisan Ini

1 Comment

  1. Thanks for the very good article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mungkin Kamu Tertarik