BINGUNGBACA – Cangkang telur yang biasanya dibuang, ternyata bisa dimanfaatkan. Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Riau mengembangkan inovasi brilian, yakni limbah cangkang telur yang diubah jadi pelet fungsional.

Inovasi produk ini diberi nama Kangteta Fish Food Pellet, yang merupakan pelet cangkang telur kaya kalsium sebagai bisnis pakan fungsional untuk ikan dan lobster air tawar.

Dijelaskan, produk ini hadir menjawab kebutuhan pakan ikan yang melonjak tajam pascaperikanan budidaya ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan ekonomi nasional.

“Pemerintah Indonesia sedang berinovasi untuk bisa mewujudkan ketersediaan pakan ikan mandiri, minimal sebanyak 12-13 juta ton pada 2024 mendatang. Namun sayangnya, total produksi pakan mandiri di Indonesia masih belum mencukupi,” jelas Ketua Tim PKM, Lusia, Selasa (24/8/2021).

Selain itu, ia mengaku dilakukan melakukan survei kepada para pembudidaya, di mana didapatkan beberapa permasalahan seperti pakan yang semakin mahal hingga mencapai 70% dari biaya produksi, menurunnya kualitas air yang disebabkan pakan, serta kekurangan unsur mineral.

Oleh sebab itu, mahasiswa dan mahasiswi ini berupaya menemukan solusi mengembangkan pelet berkualitas, namun secara ekonomi tidak menjadikan harganya tinggi.

“Didasarkan hasil penelurusan dan kajian yang sudah ada, cangkang telur merupakan salah satu bahan yang cukup potensial. Cangkang telur memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, yaitu kalsium yang sangat bermanfaat sebagai pakan. Selain itu, selaput cangkang bagian dalam memiliki kandungan protein seperti kandungan protein putih telur,” papar Lusia.

Lusia menambahkan, kandungan kalsium karbonat yang ada pada cangkang telur merupakan salah satu solusi bagi upaya peningkatan produksi perikanan terutama untuk mengatasi adanya kendala ketersediaan mineral, perbaikan kualitas benih dan pertumbuhan ikan, serta pengadaan media salinitas.

Selain itu, kalsium karbonat juga penting untuk pembentukan tulang dan kerangka luar dari crustasea seperti lobster.

Kangteta Fish Food Pellet yang dikembangkan sebagai bentuk implementasi PKM ini berhasil didanai oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk kategori PKM-Kewirausahaan.

“Kami mengharapkan nantinya inovasi dari tim kami dapat sampai ke pekan ilmiah nasional (PIMNAS) agar dapat mengharumkan nama Universitas Riau tercinta. Selain itu, turut mendukung Gerakan Pakan Mandiri dari Kementrian Kelautan dan Perikanan serta membantu pembudidaya menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi, terutama dalam hal pakan dan kualitas air,” tutupnya.

Tim ini adalah kolaborasi Lusia Alvid (Teknik Kimia), Khusnul Habib Siregar (Teknik Elektro), Triatma Putri (Teknologi Perikanan), Irfan Alfandi (Teknik Kimia) dan Aryandi Kusuma (Teknik Mesin) di bawah bimbingan Yelmida Azis.

Bagikan Tulisan Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mungkin Kamu Tertarik