Sekelumit Pemikiran Menyongsong Mubes IKMR 2021

IKMR adalah organisasi kekeluargaan, bukan organisasi politik atau organisasi bisnis. Maka, IKMR bukan alat politik dan juga bukan alat bisnis yang bisa digunakan sabagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan politik, atau juga tujuan-tujuan bisnis, baik oleh pengurus dan juga oleh yang lain.

BINGUNGBACA.COM – IKMR adalah organisasi yang dibentuk dengan basis dan semangat kesukuan, suku Minangkabau, dan bukan kedaerahan, Sumatera Barat, misalnya.

Sempena Mubes IKMR yang tidak lama lagi akan digelar, saya ingin menyampaikan beberapa hal.

Pertama, bicara tentang kesukuan, pada hakikat, adalah bicara kultur, tentang nilai, sistem nilai yang bisa lepas dari batas-batas daerah atau wilayah administratif pemerintahan. Oleh sebab itu pengurusan IKMR menggunakan pendekatan nilai, yaitu nilai-nilai yang terdapat dan terkandung dalam kultur Minangkabau, dan bukan dengan budaya atau sistem nilai lain di luar kultur atau peradaban orang Minangkabau.

Kedua, IKMR adalah organisasi kekeluargaan, bukan organisasi politik atau organisasi bisnis.
Maka, IKMR bukan alat politik dan juga bukan alat bisnis yang bisa digunakan sabagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan politik, atau juga tujuan-tujuan bisnis, baik oleh pengurus dan juga oleh yang lain.

IKMR adalah wadah untuk mengabdi–terutama–oleh pengurus dalam menata, membimbing dan memberikan perlindungan kepada para anggotanya secara kekelurgaan dalam semua bidang dengan semangat nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para leluhur dalam budaya atau peradaban Minangkabau.

Ketiga, IKMR berdiri dan hidup di bumi Riau, yang pada umumnya merupakan kawasan luar ranah Minangkabau dengan sistem nilai atau budaya sendiri pula. Maka keberadaan IKMR juga menjadi bagian yang tidak boleh terpisah atau dipisahkan dari sistem nilai yang berlaku di masyarakat Riau.

Organisasi ini harus dijadikan sebagai wadah pengabdian bagi seluruh warga IKMR untuk memberikan bakti terbaik untuk Riau dalam semua bidang yang diperlukan oleh Riau.

Dari sekelumit apa yang dikemukakan di atas, saya berpendapat IKMR harus diurus oleh orang yang punya semangat pengabdian yang tinggi, bukan oleh yang punya kepentingan tinggi. ÌKMR bukanlah alat kepentingan, tapi wadah pengabdian.

Oleh sebab itu, pengurus IKMR ke depan adalah orang yang memahami budaya atau sistem nilai yang berlaku dalam budaya atau peradaban Minang. Kemudian orang yang juga memahami sistem nilai yang ada dalam budaya atau peradaban Melayu sebagai sistem yang dianut oleh orang Riau pada umumnya. Terakhir, sedapat-dapatnya, ketua IKMR adalah orang yang domisilinya di Riau.

Mohon maaf bila dalam sekelumit pemikiran di atas ada yang kurang berkenan atau kurang pada tempatnya. Itu semua sekadar menunaikan dan meluahkan rasa tanggung jawab moral untuk sama-sama merawat IKMR yang kita cintai ini.

Salam IKMR

Oleh: Prof DR Alaidin Koto
Editor: M Ihsan Yurin

Penulis adalah Guru Besar UIN Suska Riau sekaligus Dewan Pakar IKMR

***

Diketahui, Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) IV pada 12-14 November 2021 mendatang. Selain menetapkan program kerja dan rekomendasi, pada mubes nanti akan dilakukan pememilihan dan menetapkan Ketua Umum IKMR Provinsi Riau untuk lima tahun ke depan. 

Ketua panitia pelaksana Mubes IV IKMR Riau, Marjoni Hendri usai memimpin rapat panitia, Rabu (27/10/2021) sore mengatakan mubes rencananya bakal digelar di Hotel Prime Park, Pekanbaru dan akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau Syamsuar. 

”Acara rencananya akan dihadiri dua gubernur, yaitu Gubernur Riau Syamsuar dan Gubernur Sumbar Haji Mahyeldi. Beliau-beliau yang akan membuka acara dan memberikan kata sambutan,” ujarnya.

Selain mengundang gubernur, pihaknya juga mengundang Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dan paguyuban yang ada di Riau serta Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau. Juga tokoh-tokoh Minang yang berada di DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Riau dan DPRD kabupaten/kota se-Riau. 

Menurut Marjoni, mubes akan diikuti sekitar 180 orang dari IKMR 12 kabupaten/kota, Ikatan Keluarga (IK) kabupaten/kota di Sumbar yang ada di tingkat Provinsi Riau, organisasi profesional/fungsional seperti Ikatan Wanita Minang Riau (IWMR), Ikatan Pemuda Minang Riau (IPMR) dan Ikatan Mahasiswa Minang Riau (Imami). 

Panitia mubes, kata alumni STPDN ini, telah hampir rampung melakukan persiapan. Di antaranya akan memasang baliho dan spanduk di Kota Pekanbaru. Mereka juga akan memasang ratusan marawa atau umbul-umbul warna merah, kuning, hitam, sepanjang jalan utama Kota Pekanbaru. 

Selain itu, Marjoni mengatakan seperti biasa, nantinya saat mubes IKMR akan melakukan berbagai kegiatan sosial untuk memberi manfaat kepada masyarakat. 

“Ya, seperti kebiasaan mubes-mubes kami. Nanti akan kita matangkan di pramubes agar semuanya maksimal saat mubes digelar,” katanya.

Ketua Panitia Pengarah, Fendri Jaswir mengatakan mubes akan mengeluarkan rekomendasi, baik ke luar maupun ke dalam. Keluar menyangkut isu-isu strategis daerah seperti kasus korupsi, penegakan hukum, penyerobotan lahan masyarakat, dampak pandemi terhadap ekonomi masyarakat terutama UMKM, serta isu politik dan pilkada. 

Sedangkan ke dalam menyangkut penguatan organisasi dan keaktifan organisasi. 

Mengenai calon Ketua Umum IKMR Provinsi Riau 2021-2026, Fendri belum bisa memprediksi. Yang pasti, Ketua Umum IKMR saat ini, Basrizal Koto sudah tiga periode menjadi ketua umum. 

Jika regenerasi akan terjadi, IKMR Provinsi Riau punya banyak stok untuk memimpin organisasi sosial kemasyarakatan ini. 

”Kita serahkan kepada peserta untuk menetapkan Ketua Umum IKMR, ” ujarnya. 

Bagikan Tulisan Ini

1 Comment

  1. canadian online pharmacies pharmacy online
    canadian drugs pharmacies online online medicine order discount
    online pharmacies legitimate https://disvaiza.mystrikingly.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mungkin Kamu Tertarik