Si Kece dan Bagaimana Islam Memandang Penista Agama

Penista Agama

BINGUNGBACA – Muhammad Kece mendadak jadi terkenal. Youtuber asal Bali itu ditangkap polisi karena konten-kontennya masuk kategori penistaan agama. Kini, ia resmi jadi tersangka dan setidaknya ada 400 video lain yang bakal memberatkannya atas sangkaan tersebut.

Dalam salah satu video, Kece mengganti kata dalam kalimat salam. Ia mengganti kata Allah menjadi Yesus dalam salam yang dibacakannya.

“Assalamualaikum warrahmatuyesus wabarakatu,” ujarnya dalam video.

Tak hanya mengganti salam, ia juga mengubah kalimat Alhamdulillah menjadi Alhamduyesus.

“Alhamduyesus hirabbilalamin, segala puji dinaikan kehadiran Tuhan Yesus, bapak di surga yang layak dipuji dan disembah,” ucapnya.

Pernyataan Kece lainnya yang menjadi sorotan, yakni menyebut Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam merupakan pengikut jin.

“Muhammad Bin Abdullah ini pengikut jin. Muhammad ini dekat dengan jin, Muhammad ini dikerumuni jin, Muhammad ini tidak ada ayatnya dekat dengan Allah,” kata Kece.

Dalam videonya berjudul ‘Kitab Kuning Membingungkan’, ia menguak fakta seputar Kitab Kuning.

Kece menyebut kitab kuning menyesatkan dan menimbulkan paham radikal. Bahkan, kitab tersebut sengaja dibuat hanya untuk bisnis.

“Kitab kuning karangan manusia, rangkaian cerita dalam kitab ini cerita manusia yang dirangkai manusia untuk bisnis menghasilkan uang. Ini politik. Ajaran Islam ajaran politik,” ujarnya.

Bagaimana sebenarnya Islam memandang penistaan atau pelecehan agama?

Dikutip dari Rumahsho.com, melecehkan Allah, Rasul-Nya, atau sunnah Rasul-Nya menyebabkan seseorang menjadikan kafir dan murtad, dan dia keluar dari Islam.

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ
تَسْتَهْزِئُونَ. لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Jika kamu menanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, ‘Sungguh, kami hanyalah bersenda-gurau dan bermain-main.’ Katakanlah, ‘Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kalian selalu mengolok-olok?’ Kalian tidak usah meminta maaf karena kalian menjadi kafir sesudah beriman….” (QS. At-Taubah: 65-66)

Setiap orang yang melecehkan Allah, Rasul-Nya, atau sunnah Rasul-Nya, berarti ia telah kafir lagi murtad. Ia wajib bertobat kepada Allah. Jika ia bertobat kepada Allah, maka Allah akan menerima tobatnya karena Allah telah berfirman tentang orang-orang yang melecehkan ini.

اَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةً بِأَنَّهُمْ
كَانُواْ مُجْرِمِينَ

“Kalian tidak usah meminta maaf karena kalian menjadi kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kalian (lantaran mereka bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At-Taubah: 66)

Allah menjelaskan bahwa Dia mungkin memaafkan sebagian dari mereka. Hal ini hanya terjadi bila yang bersangkutan bertobat kepada Allah dari kekafiran mereka karena melecehkan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya. (Al-Majmu Ats-Tsamiin, juz 1, hlm. 72–73, Syekh Ibnu Utsaimin)

Namun, apakah agama si Kece? Entahlah. Meski namanya memakai nama Rasulullah, belum diketahui apa agama yang ia yakini dalam hatinya.

Akan tetapi, kasus Kece dapat menjadi pembelajaran bagi kaum muslimin pada umumnya. Sebab, banyak kaum muslimin yang tidak tahu bahwa ia telah mencela agama Islam dengan segala bentuknya, baik dengan perkataan maupun perbuatan, sungguh-sungguh maupun hanya sekadar bersenda gurau. Hal itu tetap bisa membatalkan keislamannya.

Akibat dari ketidahtahuan tersebut, ungkapan celaan ataupun gurauan ini sering terdengar. Jika perkataan buruk itu terlontar dari mulut orang non-Islam, tidak mengherankan karena mereka jelas-jelas tidak beriman dengan agama Islam.

Yang perlu kita tanyakan dan menjadi bahan evaluasi adalah mengapa mereka berani menghina agama Islam dihadapan kaum muslimin? Dan mengapa penghinaan itu terkadang juga terlontar dari mulut orang-orang yang mengaku beriman? Padahal Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Sungguh seorang berbicara satu kalimat yang ia pandang biasa saja, membuatnya masuk ke neraka tujuh puluh tahun.” (HR. Ahmad, Ibnu Mâjah dan Ibnu Hibân dan dishahihkan al-Albâni dalam Shahih Ibnu Hibbân dan Shahih Ibnu Mâjah no 3970)

*Dikutip dari Suara.com, Rumaysho.com, dan Almanhaj.com

Bagikan Tulisan Ini

1 Comment

  1. […] Baca juga: Si Kece dan Bagaimana Islam Memandang Penista Agama […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mungkin Kamu Tertarik