Surat Terbuka King of Gondrong untuk Penanya Tips dan Trik Panjangkan Rambut

BINGUNGBACA – Hari ini Selasa dan saya teringat pada pertanyaan seorang teman tentang bagaimana tips dan trik memanjangkan rambut.

Sebagai pemangku tahta King of Gondrong, saya merasa punya kewajiban moral untuk menjelaskannya. Bukan hanya kepada teman tadi, tapi seluruh umat manusia.

Sebagai pengetahuan awal, kunci sukses menjadi gondrong adalah membiarkan rambut di kepala Anda tumbuh.

“Biarkan!” kata saya membalas pertanyaan teman tadi.

Biarkan selama mungkin rambut Anda tidak dipotong. Kalau masih ada kelemahan iman dengan tetap merapikan, maka tidak mengapa. Hal itu bisa dipahami sebagai cara menenangkan pergolakan batin saat tetangga dan masyarakat sekitar mulai julid dan menyamakan Anda dengan gelandangan, bahkan binatang.

Tapi, kalau baru dua tiga bulan sudah dipotong lagi dan lagi, niat Anda menjadi gondrong sejati patut dipertanyakan. Saranku: lebih baik mundur daripada menyianyiakan waktu.

Kenapa? Sebab menjadi gondrong itu sama seperti ketika Anda memilih jadi tentara ataupun polisi. Penuh perjuangan. Wajib punya jiwa patriotisme membela keyakinan. Harus mampu menggigit iman gondrong dengan graham sekuat tenaga.

Menjadi gondrong bukan perkara mudah. Ada masalah yang besarnya miliaran kali lipat dibandingkan orang dengan rambut cepak atau botak. Salah satunya: kerontokan.

Baca juga: Berhasil Sidang Akhir dan Tetap Gondrong Itu Bisa

Saya dan Fitrah (teman kos) punya genetik pitak. Saya bagian depan, sementara Fitrah bagian belakang.

Ketika fase ke-pitak-an itu datang beberapa bulan lalu, saya depresi bukan main. Ke mana-mana rasanya malu. Insekyur dan merasa, “Masa umur 25 sudah sulah? Gimana ke depannya nanti? Kalau saya botak gimana?”

Begitu juga Fitrah. Belum lama ini dia memotong sedikit ujung rambutnya. Katanya, hal itu upaya agar kerusakan rambutnya tidak makin parah yang tentu saja mempercepat kebotakan.

Sampai rela memotong sedikit rambut, adalah langkah paling heroik bagi seorang gondrong. Bayangkan, dalam sebulan rambut manusia itu paling banter bisa tumbuh 1,5 cm saja. Sedangkan Fitrah persis memotong rambutnya hampir 6 cm. Jadi, setidaknya dia telah menyianyiakan perjuangannya dengan menghapus 4 bulan ke belakang.

Meski rontok menurut saya adalah masalah paling krusial, tapi semakin dewasa saya menyadari bahwa ini bukan semata-mata masalah fisik, tapi juga psikologis seseorang yang memilih jalan hidup sebagai gondrong.

Bayangkan, saya dan Fitrah berhenti depresi dan jiwa kami jadi lebih tenang setelah memakai salah satu produk kecantikan.

Tapi sebentar, saya menulis ini murni edukasi dan kewajiban moral sebagai King. Bukan promosi produk. Hanya, kalau produk yang saya tulis pengin bekerja sama, ya saya tidak mungkin menolak.

Saya pakai NR Hair Tonic yang botol kaca. Cairannya warna hijau bening dan harum. Saya pakai itu sudah hampir 3 bulan dan psikologis saya kontan terobati. Pasalnya, rambut saya sekarang tidak serontok dulu lagi. Ada sih, tapi tidak berlebihan. Menurut saya rontok yang sekarang masih normal lah. Rontok manusia pada umumnya.

Selain pakai NR Hair Tonic, saya juga pakai Nature Hair Tonic yang gingseng. Itu saya pakai setelah kemarinnya pakai NR. Jadi, setelah keramas saya pakai NR. Besoknya, kan saya tidak mungkin keramas lagi. Jadi saya akan pakai Nature untuk pewangi dan booster.

Terbukti, jiwa saya lebih tenang meski entah benar-benar berpengaruh pada fisik kepala dan rambut saya entah tidak. Namun ya itu tadi, saya merasa sendiri intensitas rontok jadi normal.

Fitrah juga begitu. Saya sarankan dia pakai apa yang saya pakai. Akhirnya sekarang senyumnya mulai kembali sumringah. Psikologisnya kembali tentram. Otaknya tak lagi dipenuhi ketakukan-ketakutan yang tidak perlu. Wajahnya kian berseri-seri. Intinya, kepercayaan dirinya kembali bangkit.

Selain pemakaian produk-produk, saya juga menyarankan Anda tidak sering coli. Apalagi kalau Anda seorang muslilm. Soalnya, kalau mau salat, kan pasti mandi wajib dan keramas. Sedangkan rambut itu tidak boleh dikeramasi tiap hari. Nanti jadi kering dan minyak alami rambut hilang. Alhasil, rambut bakal mudah patah dan rontok.

Kalau kata teman saya di kantor, Bagus Pribadi, coli itu mesti dijadwal biar teratur, misalnya 2 atau 3 kali saja per minggu. Agar tidak kalau sewaktu-waktu kepengin, terus lansung dilakukan. Ingat, selain coli itu berdosa, tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental, upayamu memanjangkan rambut juga akan tenancam. Ingat itu baik-baik.

Oleh: M Ihsan Yurin

Bagikan Tulisan Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mungkin Kamu Tertarik