Toilet Jongkok Lebih Baik ketimbang Toilet Duduk, Ini Faktanya

Toilet

BINGUNGBACA – Toilet jongkok jauh lebih baik daripada toilet duduk. Meski terkesan jadul, tapi buang air besar dengan posisi jongkok punya banyak manfaat untuk kesehatan.

Berdasarkan penelitian, buang air besar menggunakan toilet duduk membutuhkan waktu lebih lama dan tenaga lebih besar dibandingkan dengan toilet jongkok. Padahal, terlalu keras mengejan saat BAB ataupun duduk terlalu lama di toilet dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

Toilet duduk juga diketahui meningkatkan risiko terjangkit diare, flu, hingga infeksi kulit. Hal ini disebabkan kulit langsung bersentuhan dengan kloset yang kerap jadi sarang bakteri, misalnya E Coli dan Shigella, bahkan Hepatitis A dan Novorius.

Toilet jongkok memang memiliki kelemahan pada penampilan, salah satunya modelnya yang dianggap kun, kurang nyaman digunakan, dan sering menyebabkan nyeri pada tumit dan paha.

Toilet jongkok sangat tidak disarankan untuk orang yang mengalami gangguan pada pergelangan kaki, misalnya penderita radang sendi, keseleo, patah tulang, hingga tendonitis.

Akan tetapi, dari sekelumit kekurangan tersebut, sejumlah penelitian medis menyebut posisi jongkok saat BAB lebih efektif melancarkan proses keluarnya feses. Hal ini dikarenakan kinerja otot dan postur tubuh mendukung proses BAB.

Posisi jongkok dianggap berfungsi mengoptimalkan ruang pembuangan tinja di anus, sekaligus membuat otot di anus dan usus besar lebih rileks. BAB pun jadi lebih mudah serta membantu memaksimalkan pengeluaran tinja.

Sedangkan posisi duduk, otot saluran cerna akan menekan rektum serta menyempitkan saluran dubur. Ini akan menghambat kelancaran BAB dan keluarnya tinja secara maksimal.

Selain itu, toilet jongkok juga baik digunakan untuk ibu hamil, lho. Alasannya, karena posisi BAB jongkok dapat menjaga kekuatan otot panggul.

Penelitian lain juga menyebutkan posisi jongkok dapat membantu menjaga pergerakan usus, sehingga mencegah kembung, sembelit, dan wasir.

Terus gimana, dong, kalau sudah terlanjur pasang toilet duduk?

Jangan khawatir. Tidak harus membongkar toilet lama dan menggantinya dengan toilet jadul, tapi cukup beli bangku pendek atau dingklik, letakkan di bawah kaki ketika BAB. Posisi yang mirip berjongkok ini akan membuat otot-otot usus rileks, sehingga jalur keluar feses lebih lapang.

Namun ingat, segala harus sesuai kebutuhan. Toilet duduk juga bermanfaat dan lebih yaman digunakan bagi beberapa kalangan, seperti lansia, wanita yang hamil besar, ataupun penderita cedera lutut.

*Dikutip dari Alodokter.com

Bagikan Tulisan Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mungkin Kamu Tertarik